Kaum Aad
Nabi Hud diutus ke tengah-tengah kaum Aad yang sangat durhaka. Kaum Aad merupakan kaum yang berbadan kuat dan besar. Mereka dikaruniai tanah subur, lengkap dengan sarana irigasi yang baik. Air seolah memancar dari segenap penjuru untuk menyirami dan menyuburkan tanah pertanian dan perkebunan mereka. Berkat karunia Allah ini, mereka hidup makmur, mereka dapat membangun tempat tinggal yang indah dan megah. Dalam waktu singkat mereka berkembang pesat dan menjadi suku terbesar di antara suku-suku lainnya.
Begitulah sifat asli manusia, mereka selalu lalai. Apabila kemakmuran dan kemewahan sudah tercapai, mereka pasti lupa diri dan hanya memperturutkan hawa nafsunya yang selalu merasa kurang dan ingin yang lebih.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Juni 2016
Sabtu, 23 Januari 2016
Keputusasaan Nabi Nuh Atas Kaumnya
Nabi Nuh mengadukan kaumnya tersebut kepada Allah SWT. karena beliau merasa dakwah yang disampaikannya menemui jalan buntu serta pengikutnya tidak bertambah.
Lalu beliau berdo'a: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas permukaan bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba Mu, dan mereka tidak akan melahirkan, selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir".
Lalu beliau berdo'a: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas permukaan bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba Mu, dan mereka tidak akan melahirkan, selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir".
Kamis, 21 Januari 2016
Kisah Nabi Nuh AS
Nabi Nuh adalah nabi ke tiga setelah Nabi Adam. Nabi Nuh adalah keturunan ke sembilan dari Nabi Adam AS. Ia adalah putra Lamik bin Matu Shaleh (Nabi Idris). Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ketika berusia 450 tahun dan wafat pada usia 950 tahun, dengan demikian Nabi Nuh berdakwah kepada umatnya selama lima abad atau 500 tahun. Meski demikian pengikut Nabi Nuh yang beriman hanya sedikit yaitu kurang dari seratus orang.
Minggu, 17 Januari 2016
Kisah Nabi Idris AS
Setelah Nabi Adam meninggal dunia, dan manusia berkembang demikian banyak. Banyak umat manusia yang berpaling dari kebenaran. Untuk mengingatkan manusia dari kelalaian maka Allah mengutus Nabi Idris sebagai Nabi dan Rasul.
Menurut riwayat, Nabi Idris bermukim di Mesir. Berdakwah untuk agama Allah. Mengajarkan tauhid dan beribadah kepada Allah. Serta memberi petunjuk kepada pengikutnya agar senantiasa menetapi kebenaran, menyelamatkan diri dari siksaan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Konon dia diangkat menjadi Rasul ketika berumur 82 tahun. Nabi idris adalah keturunan ke enam dari Nabi Adam
Menurut riwayat, Nabi Idris bermukim di Mesir. Berdakwah untuk agama Allah. Mengajarkan tauhid dan beribadah kepada Allah. Serta memberi petunjuk kepada pengikutnya agar senantiasa menetapi kebenaran, menyelamatkan diri dari siksaan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Konon dia diangkat menjadi Rasul ketika berumur 82 tahun. Nabi idris adalah keturunan ke enam dari Nabi Adam
Kisah Qabil Dan Habil Dan Putra- Putri Kembar Adam Dan Hawa
Seiring bergulirnya waktu. Pada tahun pertama sejak mereka dipertemukan Hawa melahirkan sepasang anak kembar, lelaki dan perempuan. Si lelaki dinamakan Qabil, dan yang perempuan dinamakan Iqlima.
Tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak kembar, yaitu Habil dan Labuda. Nabi Adam dan Hawa berharap dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang berkembang biak mengisi bumi Allah.
Dengan penuh rasa kasih sayang, Adam dan Hawa merawat anak-anak mereka. Keempat anak mereka tumbuh dengan cepat. Nabi Adam dan Hawa tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang diantara mereka. Yang perempuan dididik sesuai dengan kodrat wanita yakni menolong ibunya dan mengurus rumah tangga dan melakukan hal-hal yang menjadi tugas wanita. Sedangkan yang laki-laki mencari nafkah sesuai dengan bakat masing-masing. Qabil berusaha di bidang pertanian, Habil berusaha di bidang peternakan.
Tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak kembar, yaitu Habil dan Labuda. Nabi Adam dan Hawa berharap dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang berkembang biak mengisi bumi Allah.
Dengan penuh rasa kasih sayang, Adam dan Hawa merawat anak-anak mereka. Keempat anak mereka tumbuh dengan cepat. Nabi Adam dan Hawa tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang diantara mereka. Yang perempuan dididik sesuai dengan kodrat wanita yakni menolong ibunya dan mengurus rumah tangga dan melakukan hal-hal yang menjadi tugas wanita. Sedangkan yang laki-laki mencari nafkah sesuai dengan bakat masing-masing. Qabil berusaha di bidang pertanian, Habil berusaha di bidang peternakan.
Sabtu, 16 Januari 2016
Kisah Adam Dan Hawa Diturunkan Ke Bumi
Taubat Adam Dan Hawa diterima dan keduanya diampuni Oleh Allah SWT. karena sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Tetapi atas kesalahan itu mereka harus keluar dari Surga yang penuh kenikmatan. Ini sudah sesuai dengan Kehendak Allah yang memang menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, sebagai penghuni dan pengatur bumi.
Maka berfirmanlah Allah: "Demi kemuliaan-Ku, kamu berdua harus meninggalkan Surga ini. Kalian akan turun ke bumi yang telah lama terbentang. Di sana segala kebutuhan hidupmu tersedia, tetapi kalian harus bersusah payah, harus bekerja keras untuk mendapatkannya."
Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diusirdan harus hidup dibumi. Jadi Adam dan Hawa akan hidup bersama Iblis di bumi.
Maka berfirmanlah Allah: "Demi kemuliaan-Ku, kamu berdua harus meninggalkan Surga ini. Kalian akan turun ke bumi yang telah lama terbentang. Di sana segala kebutuhan hidupmu tersedia, tetapi kalian harus bersusah payah, harus bekerja keras untuk mendapatkannya."
Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diusirdan harus hidup dibumi. Jadi Adam dan Hawa akan hidup bersama Iblis di bumi.
Jumat, 15 Januari 2016
Bujukan Dan Tipu Daya Iblis
Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Ia berusaha sebisa mungkin membuat Adam terusir dari surga. Pada suatu ketika, ia berhasil masuk ke surga. Kebetulan pada saat itu Adam dan Hawa sedang merasa haus dan lapar. Iblis datang sembari berkata: "Hai Adam, tampaknya, kau dan istrimu sedang lapar dan haus. Makanlah buah dihadapanmu itu. Lihat, warnanya begitu indah dan segar, baunya pun sangat harum tentu rasanya sangat lezat".
Adam tahu, buah dihadapanya memang tampak lain daripada yang lain. Tapi buah itu adalah buah larangan, Maka Ia tidak mau memetiknya. Lalu Iblis membujuk Hawa, tetapi hawa juga tidak berani makan buah itu.
Adam tahu, buah dihadapanya memang tampak lain daripada yang lain. Tapi buah itu adalah buah larangan, Maka Ia tidak mau memetiknya. Lalu Iblis membujuk Hawa, tetapi hawa juga tidak berani makan buah itu.
Kamis, 14 Januari 2016
Kisah Nabi Adam Dan Penciptaan Hawa Di Surga
Karena ada lembaran yang hilang, langsung saja kisahnya seperti ini:
Iblis memohon kepada Allah, dan akhirnya permohonan Iblis pun dikabulkan oleh Allah, mereka akan dibiarkan hidup sampai hari kiamat kelak. Kemudian Iblis bersumpah, "Ya, Allah, karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat, maka saya akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang dari kiri dan dari kanan!"
Itulah sumpah Iblis. Ia bertekad akan menyesatkan Adam dan keturunannya agar mereka menjauhi perintah Tuhan berbuat kekacauan dimuka bumi, saling bermusuhan dan saling membunuh satu sama lain.
Allah SWT. berfirman, "Untuk melawan segala tipudaya dan akal busukmu, Aku beri manusia senjata yang ampuh. Dengan akal itu Aku bimbing mereka dengan petunjuk-petunjuk (Agama). Aku tuntun mereka ke jalan yang benar. Dengan akal itu manusia akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak menggunakan akalnya tentu dapat kau sesatkan. Mereka yang sesat itu, akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada-Ku di hari kemudian!"
Iblis memohon kepada Allah, dan akhirnya permohonan Iblis pun dikabulkan oleh Allah, mereka akan dibiarkan hidup sampai hari kiamat kelak. Kemudian Iblis bersumpah, "Ya, Allah, karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat, maka saya akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang dari kiri dan dari kanan!"
Itulah sumpah Iblis. Ia bertekad akan menyesatkan Adam dan keturunannya agar mereka menjauhi perintah Tuhan berbuat kekacauan dimuka bumi, saling bermusuhan dan saling membunuh satu sama lain.
Allah SWT. berfirman, "Untuk melawan segala tipudaya dan akal busukmu, Aku beri manusia senjata yang ampuh. Dengan akal itu Aku bimbing mereka dengan petunjuk-petunjuk (Agama). Aku tuntun mereka ke jalan yang benar. Dengan akal itu manusia akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak menggunakan akalnya tentu dapat kau sesatkan. Mereka yang sesat itu, akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada-Ku di hari kemudian!"
Penciptaan Adam Menurut Islam
Penciptaan adam adalah kisah penciptaan manusia yang pertama. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur'an dan hadits Rasulullah Muhammad saw.
“Ketika Allah berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Surat Al Baqarah: 30)”
“Ketika Allah berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Surat Al Baqarah: 30)”
Label:
Kisah 25 Nabi & Rasul,
Sejarah Islam
Lokasi:
Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)